Mengapa Danrem Lilawangsa Begitu Dekat dengan Ulama Aceh

Aceh, MBCIndonesia – Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, ke kediaman ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag., Sabtu (31/10/2026).

Abi Daud Hasbi, sapaan akrab Tgk. H. M. Daud Hasbi, menyambut hangat kedatangan Danrem di Bale Jeumala, Kompleks Perumahan Abi Daud Hasbi, Aceh Besar. Bahkan, suasana pertemuan berlangsung begitu dekat hingga Abi Daud Hasbi langsung mengajak Teuku Mustafa Kamal untuk melanjutkan kebersamaan dalam suasana kekeluargaan.

Momen tersebut memperlihatkan kedekatan seorang pimpinan TNI dengan ulama Aceh. Bukan sekadar kunjungan silaturahmi, pertemuan itu juga mencerminkan hubungan persaudaraan yang tumbuh melalui rasa hormat dan kedekatan personal.

Abi Daud Hasbi merupakan pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) sekaligus Ketua Umum PB Inshafuddin. Sementara itu, Teuku Mustafa Kamal memiliki kedekatan dengan tradisi pendidikan dayah karena merupakan alumni Dayah Jeumala Amal.

Merawat Silaturahmi, Mempererat Ukhuwah

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian kegiatan Maulidur Rasul tersebut, Danrem mengajak seluruh generasi Aceh, khususnya kalangan muda, untuk menjaga perdamaian dan memperkuat persatuan.

Menurutnya, masyarakat harus merawat perdamaian yang selama ini terjaga di Aceh. Persatuan menjadi modal penting untuk membangun daerah serta menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

“Mari kita sama-sama menjaga perdamaian. Kita tetap bersatu pada kebaikan sehingga tidak mudah terpecah belah dan tidak mudah dipecah belah,” ajak Teuku Mustafa Kamal.

Ia menegaskan, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab dalam menjaga perdamaian. Pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat umum harus saling mendukung agar Aceh tetap aman dan bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Abi Daud Hasbi berharap masyarakat Aceh semakin kompak, menjaga persaudaraan, serta tidak mudah terpecah belah. Ia ingin kebersamaan tersebut menjadi kekuatan untuk mewujudkan Aceh yang berharkat, bermartabat, dan mulia.

“Kita membantu Bapak Danrem dengan sepenuhnya, ulama-ulama dan tokoh masyarakat untuk Aceh di masa akan datang,” ujar Abi Daud Hasbi.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan kerja sama ulama bersama tokoh masyarakat dalam menjaga persatuan serta membangun masa depan Aceh.

Pertemuan tersebut menjadi gambaran hangatnya hubungan TNI dan ulama di Aceh. Melalui silaturahmi, keduanya memperkuat ukhuwah, membangun kepercayaan, serta menumbuhkan semangat bersama untuk menjaga perdamaian bagi generasi mendatang.(ogit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.