Jenderal Brik Peringatkan Negara Israel Hadapi Kehancuran

TEL AVIV, MBCIndonesia.com – Pensiunan Mayor Jenderal Israel, Itzhak Brik, memperingatkan bahwa negaranya menghadapi ancaman kehancuran permanen. Ia menilai krisis militer, ekonomi, dan kelembagaan negara semakin melemahkan fondasi Israel.

Brik menyampaikan peringatan tersebut melalui artikel opini yang terbit di surat kabar Israel, Maariv, pada Ahad (1/11/2026).

Seperti dilaporkan Republika, Brik menilai Israel tidak sekadar menghadapi krisis politik, tetapi juga keruntuhan menyeluruh. Ia menyebut hasil pemilihan parlemen pada Selasa (27/10/2026) sebagai “surat kematian resmi Negara Israel seperti yang selama ini kita kenal”.

Ia juga mengkritik komentator televisi yang terlalu sibuk membahas perolehan kursi parlemen dan negosiasi koalisi. Menurutnya, mereka justru mengabaikan persoalan besar yang mengancam masa depan negara tersebut.

Brik mengibaratkan situasi itu seperti orkestra yang terus memainkan musik di atas kapal Titanic ketika kapal tersebut mulai tenggelam.

Krisis Militer dan Ekonomi Semakin Membebani

Brik, yang pernah memimpin akademi militer serta menjabat Ombudsman Pengaduan Prajurit di Kementerian Pertahanan Israel, menilai negaranya semakin kehilangan dukungan internasional.

“Kita telah kehilangan legitimasi dan sekutu,” tulis Brik dalam artikel tersebut.

Ia memperingatkan bahwa Israel tidak akan mampu bertahan lama jika terus menghadapi isolasi internasional.

Di sektor pertahanan, Brik menyoroti kondisi pasukan darat yang menurut penilaiannya mengalami pelemahan struktural dan penurunan moral. Kondisi tersebut, katanya, dapat mengurangi kemampuan militer Israel menghadapi ancaman dari berbagai arah secara bersamaan.

Ia juga memperingatkan bahwa kelelahan pasukan dapat menyulitkan militer Israel menghadapi serangan berskala besar serta melindungi warga sipil apabila konflik regional semakin meluas.

Sementara itu, Brik menyebut utang nasional Israel telah mencapai 1,4 triliun shekel atau sekitar 445 miliar dolar AS.

Menurutnya, perang berkepanjangan, potensi sanksi ekonomi, pembatasan pasokan senjata, serta meningkatnya isolasi keuangan semakin menekan perekonomian negara tersebut.

Brik turut mengkritik usulan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang ingin memanfaatkan mata uang kripto untuk menghadapi kemungkinan sanksi Eropa. Ia menilai gagasan tersebut tidak realistis dan memperingatkan kemerosotan ekonomi dapat mengancam tabungan masyarakat Israel.

Konflik Internal dan Eksodus Tenaga Ahli

Selain persoalan militer dan ekonomi, Brik menyoroti perpecahan di dalam masyarakat Israel.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai “perang saudara senyap” yang dinilainya jauh lebih dalam daripada sekadar perbedaan pandangan politik.

Brik menyebut dokter, ilmuwan, pengusaha teknologi, serta tenaga profesional berketerampilan tinggi mulai meninggalkan Israel. Menurutnya, eksodus tersebut mengancam hilangnya keahlian yang masyarakat Israel bangun selama puluhan tahun.

Ia juga menuding kepemimpinan politik melemahkan supremasi hukum dan lembaga publik. Brik menilai sejumlah penunjukan jabatan lebih mengutamakan loyalitas politik daripada kompetensi dan integritas.

Hasil Pemilu Israel Belum Menghasilkan Mayoritas

Peringatan Brik muncul setelah pemilihan parlemen Israel pada 27 Oktober 2026 belum menghasilkan kekuatan mayoritas di Knesset yang memiliki 120 kursi.

Blok Benjamin Netanyahu memperoleh 53 kursi. Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin tokoh Partai Yashar, Gadi Eisenkot, meraih 48 kursi. Adapun partai-partai Arab memperoleh 19 kursi.

Tidak satu pun dari kedua blok utama tersebut mencapai 61 kursi yang menjadi syarat mayoritas parlemen.

Situasi ini membuat proses pembentukan pemerintahan baru menghadapi ketidakpastian di tengah negosiasi koalisi.

Brik menilai persoalan Israel jauh lebih besar daripada sekadar persaingan politik dan perebutan kekuasaan. Ia memperingatkan bahwa krisis yang berlangsung secara bersamaan di sektor militer, ekonomi, sosial, serta kelembagaan dapat mengancam keberlangsungan negara tersebut.(ogit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.