Profil Brigjen TNI Ali Imran Kasdam Iskandar Muda dari Kopassus

Banda Aceh, MBCIndonesia – Brigadir Jenderal TNI Ali Imran resmi mengemban amanah sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat asal Aceh ini memiliki rekam jejak panjang di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) serta sejumlah institusi intelijen TNI.

Ali Imran lahir di Banda Aceh pada 9 Juni 1978. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000 dari kecabangan Infanteri. Selain itu, sepanjang perjalanan militernya, ia menempati berbagai jabatan strategis, baik di lingkungan Kopassus, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, maupun Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad).

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya hingga mendapat kepercayaan memimpin staf Kodam Iskandar Muda.

Pendidikan Militer dan Akademik

Brigjen Ali Imran menempuh pendidikan umum di Aceh. Ia menyelesaikan pendidikan di SDN 1 Idi, Aceh Timur, pada 1991, SMP Negeri 4 Banda Aceh pada 1994. Serta SMA Negeri 3 Banda Aceh pada 1997.

Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ali Imran bersama istri menerima prosesi peusijuek (tepung tawar). Tradisi adat Aceh sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tamu kehormatan di lingkungan Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Prosesi tersebut menjadi simbol doa, keselamatan, keberkahan, serta harapan agar Brigjen TNI Ali Imran senantiasa sukses dalam mengemban amanah dan tugas pengabdian. MBCIndonesia.com Foto
Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ali Imran bersama istri menerima prosesi peusijuek (tepung tawar). Tradisi adat Aceh sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tamu kehormatan di lingkungan Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Selain itu, prosesi tersebut menjadi simbol doa, keselamatan, keberkahan, serta harapan agar Brigjen TNI Ali Imran senantiasa sukses dalam mengemban amanah dan tugas pengabdian. MBCIndonesia.com Foto

Setelah lulus Akmil pada 2000, ia melanjutkan pendidikan militer melalui Pendidikan Dasar Kecabangan Infanteri pada 2001, Pendidikan Lanjutan Perwira Infanteri pada 2010, serta pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2014.

Ia juga mengikuti sejumlah pendidikan khusus, antara lain Para, KIBI, Komando, Susdanki, Sus Sandha, dan Susdanyon.

Di bidang akademik, Jenderal Ali Imran meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, pada 2014. Kemudian, pada 2026, ia menyelesaikan pendidikan Magister Sains Manajemen (M.S.M.) di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.

Meniti Karier dari Kopassus hingga Intelijen

Brigadir Jenderal Ali Imran mengawali karier militernya di lingkungan Pussenif pada 2000. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Kopassus dan menjalani berbagai penugasan di satuan baret merah tersebut.

Keluarga besar Kodam Iskandar Muda, prajurit, serta ASN TNI menyambut antusias kedatangan Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ali Imran bersama istri. Acara di lingkungan Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Penyambutan tersebut mencerminkan kehangatan, kekeluargaan, dan soliditas keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Dalam menyambut pimpinan baru. MBCIndonesia.com
Keluarga besar Kodam Iskandar Muda, prajurit, serta ASN TNI menyambut antusias kedatangan Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ali Imran bersama istri. Acara di lingkungan Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Penyambutan tersebut mencerminkan kehangatan, kekeluargaan, dan soliditas keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Dalam menyambut pimpinan baru. MBCIndonesia.com

Selama lebih dari satu dekade, ia menempati sejumlah posisi komando dan staf. Di antaranya Komandan Peleton, Perwira Seksi, Komandan Kompi, Komandan Tim, hingga Komandan Detasemen di lingkungan Kopassus.

Pada 2013, ia dipercaya menjabat Dansus Ops Psy Sesandha Kopassus. Setahun berikutnya, ia mengemban tugas sebagai Pabandya Lidgal Sintel Kopassus.

Kariernya kemudian berlanjut ke Bais TNI. Pada 2015, Ali Imran menjabat Pabandya F-53 Dit F Bais TNI. Ia selanjutnya mengemban sejumlah jabatan di satuan intelijen, antara lain Danden Monob Sat Defensif Satcyber Bais TNI, Danden Lid Geopasika Bais TNI, serta Kasipers Minlog Satlid Satintel Bais TNI.

Pada 2019, ia menjabat Pabandya Persum Satintel Bais TNI sekaligus Dandenma Paspampres.

Selanjutnya, pada 2022, Perwira Kopassus Ali Imran mendapat kepercayaan memimpin Kodim 0506/Tangerang sebagai Dandim 0506/Tgr di bawah Korem 052/Wijayakrama, Kodam Jaya.

Pada 2023, ia kembali bertugas di lingkungan intelijen TNI AD dengan menjabat Dansatlak Lidgal Pusintelad dan Ka PII Pusintelad.

Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran

Perjalanan karier Danrem petarung Ali Imran berlanjut ke Aceh pada 2024. Saat itu, ia mendapat kepercayaan sebagai Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa.

Pada Maret 2026, Ali Imran memperoleh promosi pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI sekaligus mengemban jabatan Danrindam Iskandar Muda.

Puncak perjalanan penugasannya di lingkungan Kodam Iskandar Muda berlanjut pada 30 Oktober 2026. Pada tanggal tersebut, ia resmi mengemban amanah sebagai Kasdam Iskandar Muda.

Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi beserta Istri (kiri) bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ali Imran beserta istri (kanan) foto bersama usai prosesi penerimaan jabatan Kasdam Iskandar Muda yang baru di Aula Gedung Malahayati, Makodam IM, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi beserta Istri (kiri) bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ali Imran beserta istri (kanan) foto bersama usai prosesi penerimaan jabatan Kasdam Iskandar Muda yang baru di Aula Gedung Malahayati, Makodam IM, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Pengalaman Operasi dan Tanda Jasa

Selain pengalaman komando dan intelijen, Jenderal Korps Baret Merah putra Aceh Ali Imran juga memiliki rekam jejak penugasan operasi di sejumlah wilayah.

Beberapa di antaranya meliputi Denpur Cakra Aceh pada 2003, Satgas BIN Aceh pada 2008, Densandha Papua pada 2011, Satgas Bais Lauser pada 2015–2017, serta Satgas Palapa Aceh pada 2018.

Atas pengabdian dan dedikasinya, Ali Imran Jenderal Kopassus itu menerima sejumlah tanda jasa dan penghargaan. Di antaranya Satyalancana Dharma Nusa, Kesetiaan VIII Tahun, Dwidya Sistha, Ksatria Yudha, Wira Karya, Kesetiaan XVI Tahun, Wira Dharma, serta Santi Dharma XVIII.

Dengan pengalaman panjang di Kopassus, satuan intelijen, Paspampres, dan sejumlah jabatan teritorial, Ali Imran kini membawa bekal pengabdiannya untuk menjalankan tugas sebagai Kasdam Iskandar Muda.

Penugasan tersebut sekaligus menjadi babak baru pengabdian putra Aceh itu dalam memperkuat organisasi TNI Angkatan Darat di tanah kelahirannya.(ogit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.