MBCIndonesia.com, Beirut – Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, mengecam keras aksi militer Israel yang semakin agresif di wilayah Lebanon selatan. Ia menuduh para pejabat politik dan militer Israel sengaja memanfaatkan nyawa warga sipil Lebanon sebagai komoditas politik menjelang pemilu Israel mendatang.
Eksploitasi Politik di Tengah Tumpahan Darah
Lebanon selatan kini menghadapi situasi kritis akibat rentetan serangan udara yang menghancurkan fasilitas publik. Berri menegaskan bahwa Israel telah mengubah wilayah tersebut menjadi panggung persaingan politik yang kejam.
“Pejabat politik dan militer Israel telah mengubah Lebanon selatan dan rakyatnya menjadi ‘kotak suara berdarah’. Partai-partai Israel sekarang bersaing untuk menjadi pihak yang dapat membunuh dan menghancurkan lebih banyak,” ujar Berri kepada media lokal al-Nashra.
Selanjutnya, Berri menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk nyata dari terorisme negara. Ia juga menyatakan bahwa pembunuhan berulang terhadap perempuan, anak-anak, dan warga sipil membuktikan Israel sama sekali tidak memedulikan hukum, perjanjian, atau kesepahaman internasional terkait gencatan senjata.
Kehancuran Infrastruktur dan Seruan Persatuan
Serangan udara terbaru Israel menghantam beberapa kawasan vital, termasuk Nabatieh dan Arab Salim. Bom-bom Israel tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan infrastruktur dasar dan fasilitas medis masyarakat.
Oleh karena itu, Berri mendesak komunitas internasional untuk segera turun tangan menghentikan mesin perang Israel. Di samping itu, ia menyerukan seluruh faksi politik di Lebanon untuk melupakan perbedaan dan bersatu demi mempertahankan kedaulatan negara.
Menurutnya, membela warga di wilayah selatan merupakan kewajiban mutlak demi menjaga eksistensi seluruh bangsa Lebanon.(ogit)


Leave a Reply