Teheran, MBCIndonesia – Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim tiga kapal tanker minyak meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau laut di kawasan selatan Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang diterbitkan melalui situs resmi IRGC pada Kamis, insiden tersebut terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Ketiga kapal tanker dilaporkan terdampar di sepanjang pantai selatan jalur pelayaran strategis tersebut. Mengutip IRNA, Jumat (30/10).
IRGC menyebut ketiga kapal mencoba melewati jalur selatan yang tidak mereka izinkan. Menurut pernyataan tersebut, kapal-kapal itu mematikan sistem radar dan navigasi serta mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Iran.
Iran Peringatkan Kapal Hindari Jalur Ranjau
Angkatan Laut IRGC menyatakan jalur selatan Selat Hormuz telah terkontaminasi ranjau laut. Mereka juga memperingatkan pemilik kapal dan awak agar tidak menggunakan jalur tersebut.
Selain itu, IRGC meminta kapal-kapal tidak mempercayai informasi yang mereka sebut sebagai klaim menyesatkan dari Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melalui media sosial.
Iran menegaskan akan memberikan respons tegas terhadap setiap tindakan yang di anggap sebagai provokasi militer di kawasan Selat Hormuz.
“Setiap tindakan provokatif yang di dukung militer AS dan mengabaikan aturan yang mengatur selat akan mendapat tanggapan tegas,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Keamanan Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman energi internasional.
Klaim ledakan tiga kapal tanker tersebut menambah perhatian terhadap situasi keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.
Namun, hingga laporan ini di susun tayangan IRNA, informasi mengenai identitas kapal, jumlah korban, serta penyebab ledakan belum mendapatkan konfirmasi independen. Sumber.(Wal Ksp)


Leave a Reply