MBCIndonesia.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi resmi menjalin kerja sama strategis untuk mendongkrak mutu pembangunan manusia dan pendidikan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyepakati komitmen besar ini saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Pendidikan Arab Saudi, Yousef Abdullah Al-Benyan, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (2/9). Kerja sama mutakhir ini berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), program beasiswa, serta kolaborasi riset.
Menindaklanjuti Komitmen Dewan Koordinasi Tertinggi
Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan langkah nyata untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari pembentukan Dewan Koordinasi Tertinggi (DKT) Indonesia-Arab Saudi. Dalam struktur tersebut, Kemenko PMK mengemban tugas krusial sebagai Ketua Komite Sosial dan Budaya yang menggerakkan berbagai inisiatif lintas kementerian.
“Kunjungan ini mencerminkan hubungan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Arab Saudi. Kami terus memperkuat komitmen untuk memajukan pembangunan manusia dan kebudayaan dalam sinergi yang harmonis,” ujar Menko PMK Pratikno secara optimistis.
Selain itu, Pratikno juga mengajak kedua pihak untuk memperluas pertukaran pengetahuan (knowledge exchange). Kolaborasi ini idealnya mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan keluarga, kesehatan, penguatan karakter bangsa, hingga mitigasi kebencanaan.
Sinergi Fondasi Karakter dan Teknologi Digital
Selaras dengan misi tersebut, Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef Abdullah Al-Benyan menyambut baik komitmen kuat dari Pemerintah Indonesia. Yousef menjelaskan bahwa proyeksi ini berjalan seiring dengan peta jalan Saudi Vision 2030. Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa peningkatan kecakapan (skill) dan pembentukan karakter (character) menjadi fondasi utama dalam kebijakan pendidikan di Arab Saudi saat ini.
Guna merealisasikan target tersebut, kedua negara langsung menyepakati sejumlah poin kerja sama yang konkret. Beberapa program unggulan yang akan segera berjalan meliputi pemberian beasiswa, pengembangan riset (Research and Development), serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di ruang kelas.
Sebagai langkah taktis berikutnya, kedua delegasi sepakat menggelar lokakarya strategis dalam waktu dekat untuk menajamkan teknis implementasi di lapangan. Kemenko PMK berjanji akan terus mengawal jalannya kesepakatan ini bersama kementerian dan lembaga terkait agar memberikan dampak optimal bagi masyarakat.(ogit)


Leave a Reply