Iran Ultimatum AS: Pulang dengan Kapal atau Tenggelam di Laut

MBCIndonesia.com, Teheran – Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Kioumars Heidari, menyampaikan ancaman terbuka yang sangat mematikan kepada militer Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Militer Iran memberikan dua opsi mutlak kepada pasukan Washington. Segera angkat kaki dari wilayah regional menggunakan kapal mereka atau bersiap menghadapi kehancuran total hingga tenggelam ke dasar laut.

Eskalasi Konflik Terbuka Memasuki Fase Krusial

Pernyataan keras tersebut mengemuka pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat sebagai respons eskalasi militer kian memanas di perairan regional Timur Tengah. Konflik terbuka kedua negara kembali membara menyusul serangkaian insiden saling serang. Perang ini melibatkan kapal tanker dan pangkalan logistik di wilayah tersebut. Teheran menilai kehadiran armada militer asing, khususnya Amerika Serikat, secara langsung merusak stabilitas dan kedaulatan keamanan di kawasan Teluk.

Ketegangan di Selat Hormuz dan Teluk Oman

Konfrontasi ini terus memuncak pasca rentetan kontak senjata yang terjadi sepanjang September 2026. Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah meluncurkan rudal balistik yang menyasar kapal induk dan kapal perusak AS sebagai aksi balasan. Serangan tersebut merupakan respons atas tindakan pasukan AS yang menenggelamkan beberapa kapal tanker pengangkut minyak milik Iran di dekat Teluk Oman beberapa waktu lalu.

Pernyataan Resmi Militer Iran

Dalam pidato resminya, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Kioumars Heidari menegaskan bahwa pihak Washington tidak lagi memiliki ruang kompromi di wilayah perairan regional jika nekat melanjutkan peperangan.

“Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan pertahanan berskala penuh. Pihak Washington kini menghadapi dua pilihan konsekuensi yang sangat nyata. Pilihan pertama, mereka membiarkan prajurit mereka selamat dan segera pulang ke tanah air menggunakan armada kapal. Namun, jika mereka memilih untuk bertahan dan melanjutkan agresi, opsi kedua adalah penenggelaman massal. Kami akan mengirim seluruh armada dan tentara mereka ke dasar laut,” tegas Kioumars Heidari, seperti yang dikutip dari laporan Iran International.

Kesiapan Perang Total dan Respons Pertahanan

Melalui gertakan sengit ini, Teheran mengirimkan sinyal kuat mengenai kesiapan penuh pasukan mereka untuk meladeni pertempuran jangka panjang. Pihak komando militer Iran juga telah menginstruksikan seluruh elemen pertahanan regional untuk masuk ke dalam status siaga perang total.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) masih terus memantau pergerakan armada Iran guna memastikan keselamatan personel serta jalur logistik penting mereka yang berada di kawasan strategis tersebut.(Wal Ksp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.