TNI Rebut Kembali Dua Senjata yang Dirampas OPM di Maybrat

Jakarta, MBCIndonesia – Koops TNI Habema berhasil merebut kembali dua senjata organik milik Yonif 9 Marinir yang dirampas kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Tim gabungan menemukan kedua senjata tersebut dalam Operasi Badai Kasuari 3.12 pada 16 dan 17 Oktober 2026.

Tim gabungan mengamankan senjata jenis Caracal pada Jumat (16/10). Sehari kemudian, Sabtu (17/10), tim kembali menemukan senjata jenis K3 Daewoo. Dengan penemuan tersebut, TNI berhasil mengambil kembali seluruh dua senjata organik yang hilang sejak tujuh bulan lalu.

Sebelumnya, kelompok pimpinan Manfred Fatem merampas kedua senjata itu saat menyerang pos Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory, Kabupaten Maybrat, pada 22 Maret 2026. Melansir CNNIndonesia Senin (19/10).

Libatkan Tiga Unsur Satuan TNI

Operasi tersebut melibatkan personel Satgas Yonif 9 Marinir. Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Kewilayahan Yonif 764/IB. Ketiga unsur itu bekerja sama untuk menelusuri keberadaan senjata hingga berhasil mengamankan kembali seluruh senjata organik milik TNI yang menjadi sasaran operasi.

Selain Caracal dan K3 Daewoo, tim gabungan juga mengamankan satu pucuk senjata api rakitan campuran. 19 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, tiga magazen, alat bidik, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Temuan tersebut menambah barang bukti yang berhasil di amankan dalam operasi di wilayah Maybrat. Namun, informasi yang tersedia belum merinci lokasi penemuan setiap barang maupun pihak yang menguasai perlengkapan tersebut saat tim menemukannya.

Pangkoops TNI Habema Brigjen Riyanto mengapresiasi seluruh prajurit yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menilai ketekunan, keberanian, disiplin, dan profesionalisme personel menjadi bagian penting dalam menuntaskan tugas.

“Dua senjata organik yang di rampas kelompok Manfred Fatem akhirnya berhasil kita ambil kembali seluruhnya. Ini merupakan bukti kesungguhan, kerja keras, dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas,” kata Riyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).

Menurut Riyanto, keberhasilan tersebut tidak hanya menyangkut pengamanan kembali perlengkapan militer. Ia juga menilai penguasaan kembali kedua senjata itu penting untuk mencegah pihak lain menyalahgunakannya dalam aksi kekerasan yang mengancam masyarakat maupun aparat keamanan.

TNI Tegaskan Sikap terhadap Ancaman Bersenjata

Riyanto menegaskan bahwa TNI akan terus menghadapi ancaman bersenjata dengan mengedepankan tindakan yang selektif, terukur, dan profesional, serta mematuhi ketentuan hukum.

“TNI akan tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, dengan tindakan yang selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Namun, kepada saudara-saudara yang ingin meninggalkan kekerasan, jalan damai tetap terbuka,” ujarnya.

Keberhasilan Operasi Badai Kasuari 3.12 ini menandai tuntasnya upaya TNI mengambil kembali dua senjata organik Yonif 9 Marinir yang di rampas dalam serangan di wilayah Sory, Maybrat, pada Maret 2026. Melalui operasi tersebut, TNI juga mengamankan sejumlah senjata dan perlengkapan lain yang ditemukan selama pelaksanaan tugas.(Wal Ksp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.