Pajero Bertangki Raksasa Jadi Sorotan, Bahlil Minta Polisi Bertindak
“Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta Kapolri menindak tegas penyalahgunaan solar subsidi yang diduga ditampung menggunakan tangki modifikasi untuk dijual kembali dengan harga industri”

Jakarta, MBCIndonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan kendaraan bertangki modifikasi. Salah satu modus yang menjadi perhatian ialah penggunaan mobil Pajero dengan tangki tambahan berkapasitas hingga 1.000 liter.

Bahlil meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menindak tegas praktik tersebut. Sebab, penyalahgunaan solar subsidi untuk kepentingan komersial dapat merugikan negara serta mengurangi hak masyarakat yang membutuhkan BBM dengan harga terjangkau.

Bahlil mengungkapkan dugaan praktik tersebut saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ia secara khusus meminta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengusut kendaraan yang menggunakan tangki tambahan untuk menampung solar subsidi dalam jumlah tidak wajar.

“Saya minta tolong sama Pak Kapolri, kalau begini ditindak saja, diproses hukum,” kata Bahlil, dikutip GridOto dari ANTARA, Minggu (18/10/2026).

Menurut Bahlil, praktik tersebut terlihat dari temuan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di Makassar, Sulawesi Selatan. Sejumlah kendaraan, termasuk Pajero, di duga menggunakan tangki tambahan di bagian belakang untuk menampung solar hingga 700 liter bahkan 1.000 liter.

“Di Makassar itu contoh kan mobil-mobil bagus, Pajero, tapi mereka membikin tangki di belakang. Sampai menampung 700 liter sampai 1.000 liter,” ujarnya.

Bahlil menduga pelaku membeli solar subsidi dalam jumlah besar, kemudian menampung dan menjualnya kembali dengan harga BBM industri untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga.

Ia menegaskan, pemerintah menanggung biaya subsidi BBM agar masyarakat memperoleh energi dengan harga terjangkau. Karena itu, praktik pengalihan BBM subsidi untuk kepentingan bisnis tidak boleh di biarkan.

Antrean BBM Tidak Selalu Berarti Stok Habis

Di tengah persoalan antrean panjang di sejumlah SPBU, Bahlil menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan kekurangan stok BBM secara nasional.

Berdasarkan laporan PT Pertamina (Persero), stok operasional BBM nasional masih berada pada kisaran 16 hingga 18 hari.

Menurutnya, gangguan distribusi dan pola konsumsi masyarakat turut memengaruhi ketersediaan BBM di sejumlah daerah.

Bali menjadi salah satu wilayah yang mengalami kendala penyaluran BBM. Pengiriman dari Jawa Timur menuju Bali menghadapi hambatan karena distribusi mengandalkan transportasi laut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bahlil meminta Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM agar penyaluran ke SPBU kembali lancar.

Ketika mendapat pertanyaan mengenai dugaan praktik serupa di Bali, Bahlil menyerahkan pemeriksaan kepada aparat penegak hukum.

“Oh, saya tidak mau mendahului, itu nanti detailnya aparat penegak hukum,” ujarnya, di kutip dari WartaKota.

Pemerintah kini perlu memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi serta menindak dugaan penyalahgunaan di lapangan. Langkah tersebut penting agar subsidi tepat sasaran, antrean di SPBU berkurang, serta masyarakat tetap memperoleh pasokan BBM sesuai kebutuhan.(Wal Ksp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.