MBCIndonesia.com, Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rentetan rudal balistik. Serangan anti-kapal berkecepatan tinggi ke arah kapal induk dan kapal perusak Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz, Minggu (6/9/2026).
Dalam rilis resmi IRGC. Langkah agresif militer Teheran ini seketika meningkatkan eskalasi konflik dan membuat situasi jalur perdagangan maritim dunia tersebut kembali membara.
Pasukan Dirgantara IRGC mengonfirmasi bahwa mereka membidik langsung pusat armada tempur AS yang tengah melintasi Selat Hormuz. Berdasarkan data militer, persenjataan canggih milik Iran meluncur deras dari wilayah pesisir pantai menuju target di tengah laut. Rudal balistik tersebut bergerak dengan kecepatan sangat tinggi hingga mencapai Mach 4 dan Mach 5 saat mendekati sasarannya.
Oleh karena itu, sistem pertahanan kapal perang AS harus bekerja ekstra keras menghadapi serangan mendadak ini. Pihak IRGC mengeklaim serangan rudal maritim berdaya jangkau 1.000 kilometer itu berhasil merusak dua kapal perang utama milik Washington.
“Serangan balasan berkecepatan tinggi kami berhasil menghantam sasaran. Kami memaksa kedua kapal perang Amerika Serikat meninggalkan area pertempuran demi keselamatan mereka,” ujar pernyataan resmi Angkatan Udara IRGC melalui media pemerintah Iran.
Alasan Teheran Tingkatkan Intensitas Serangan
Selanjutnya, ketegangan ini dipicu oleh tuduhan Iran yang menyebut militer AS berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata di wilayah perairan tersebut.
Di samping itu, Iran menganggap kehadiran armada udara dan laut Amerika di Selat Hormuz secara sepihak telah mengancam kedaulatan serta keamanan logistik internasional.
Meskipun demikian, pihak Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengaku berhasil menghindari serangan tersebut, dan Washington membalas dengan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak, sebutnya.(ogit)


Leave a Reply