MBCIndonesia.com, Kyiv – Militer Rusia meluncurkan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) secara masif ke wilayah dekat Ibu Kota Kyiv pada Sabtu malam.
Gempuran dahsyat ini menjadi salah satu serangan udara paling mematikan sepanjang tahun ini. Ledakan masif tersebut menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai puluhan warga sipil lainnya di lokasi kejadian.
Gempuran Udara Rusia di Kyiv
Kompilasi informasi yang berkembang di rangkum mbcindonesia.com, Kamis (3/9). Distrik Bucha menjadi wilayah yang menerima dampak kerusakan paling parah akibat serangan udara ini.
Ledakan hebat memicu kebakaran besar yang melanda permukiman warga serta menghancurkan sedikitnya 50 bangunan rumah. Selain merusak rumah warga, serangan mematikan ini juga meratakan sebuah gudang di Desa Myla dengan tanah.
Pihak Moskow mengklaim bahwa gudang sasaran tersebut merupakan tempat penyimpanan komponen peluncur drone jarak jauh milik militer Ukraina. Sebaliknya, Kyiv menyebut insiden ini sebagai dampak kelalaian fatal karena menyimpan amunisi berbahaya di dekat kawasan perumahan. Saat ini, otoritas setempat masih terus melakukan proses evakuasi di antara puing-puing bangunan yang hancur.
Serangan brutal ini terjadi tepat saat militer Ukraina menghadapi kondisi kritis akibat menipisnya pasokan senjata pertahanan. Pejabat setempat mengakui bahwa pasokan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot telah menurun drastis. Akibatnya, para kru di lapangan kini menghadapi kesulitan besar untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia yang datang bertubi-tubi.
“Dampak pertama terjadi di tempat penyimpanan amunisi yang seharusnya tidak ada di sana. Terjadi ledakan peluru, ranjau, amunisi lain, dan drone dalam skala besar,” ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat mengecam kelalaian penyimpanan senjata tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan posisi mereka dalam rilis resminya bahwa pasukan Moskow secara sengaja menargetkan gudang di Myla yang menyimpan komponen drone jarak jauh militer Ukraina.(ogit)


Leave a Reply