Jakarta, MBCIndonesia – Nama Veda Ega Pratama semakin bersinar di pentas balap motor dunia. Pebalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu kembali mengharumkan nama Indonesia setelah merebut pole position Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026).
Meski penyelenggara membatalkan balapan Moto3 Australia pada Minggu (25/10/2026) akibat kondisi cuaca, pencapaian Veda tetap menjadi kebanggaan tersendiri. Ia berhasil mengamankan posisi start terdepan setelah melewati persaingan ketat pada sesi kualifikasi. Mengutip Intisari-Online, Senin (26/10).
Prestasi tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan karier Veda bersama Honda Team Asia. Apalagi, ia harus memulai perjuangan dari sesi kualifikasi pertama (Q1) setelah gagal menembus 14 pebalap tercepat pada sesi Practice.
Perjuangan dari Q1 hingga Rebut Pole Position
Pada sesi Q1, Veda menghadapi sejumlah pebalap, termasuk andalan Malaysia, Hakim Danish. Ia sempat mengambil alih posisi teratas dari Leo Rammerstorfer dan bersaing dengan Casey O’Gorman.
Veda terus memperbaiki catatan waktunya. Saat sesi menyisakan delapan menit, ia membukukan waktu 1 menit 36,732 detik dan menempati posisi kompetitif.
Meski sempat kehilangan posisi menjelang akhir sesi, Veda akhirnya mengamankan tiket menuju Q2 bersama Guido Pini, Casey O’Gorman, dan Eddie O’Shea.
Memasuki Q2, penampilan Veda semakin impresif. Ia langsung bersaing di barisan depan meski harus menghadapi tekanan dari pebalap tuan rumah, Joel Kelso.
Kelso sempat memimpin dengan catatan waktu 1 menit 35,366 detik. Sementara itu, Veda sempat turun ke posisi keempat setelah Joel Esteban memperbaiki waktunya.
Persaingan semakin ketat ketika juara dunia Moto3 2026, Maximo Quiles, mencatatkan waktu 1 menit 35,320 detik.
Namun, Veda tidak menyerah. Pada kesempatan terakhir, ia tampil maksimal dan berhasil mengungguli para pesaingnya. Hasil tersebut mengantarkannya merebut pole position Moto3 Australia 2026.
Veda mengaku sangat senang dengan pencapaian tersebut. Ia bahkan tidak menyangka bisa merebut posisi start terdepan pada kesempatan itu.
“Ini adalah raihan pertama saya musim ini. Saya tidak menyangka, tetapi saya mencoba tetap fokus dan melaju secepat mungkin,” ujar Veda dalam wawancara bersama SPOTV.
Ia semakin bahagia ketika melihat catatan waktu terbaiknya muncul di layar setelah melewati garis finis.
Veda juga mengakui kondisi lintasan Phillip Island belum sepenuhnya ideal karena masih terdapat beberapa bagian yang basah. Meski demikian, ia mampu mengatasi tantangan tersebut dengan baik.
Podium Brasil Jadi Sejarah bagi Indonesia
Pole position Australia bukan satu-satunya pencapaian istimewa Veda pada musim 2026. Sebelumnya, ia juga mencetak sejarah dengan meraih podium ketiga pada seri Moto3 Brasil di Sirkuit Goiania.
Hasil tersebut menjadikannya pebalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Moto3. Pencapaian itu sekaligus memperlihatkan kemampuan Veda bersaing dengan pebalap dari berbagai negara.
Sebagai pebalap muda, Veda menunjukkan keberanian, konsistensi, serta mental bertanding yang kuat. Ia tidak gentar menghadapi persaingan dengan pebalap yang lebih berpengalaman.
Prestasi tersebut membuat namanya semakin dikenal di kalangan penggemar balap motor internasional.
O’Vedinha dan The Young Lion
Veda juga memiliki dua julukan yang menarik perhatian penggemar Moto3, yakni “O’Vedinha” dan “The Young Lion”.
Julukan O’Vedinha diperkenalkan Honda Team Asia melalui konten media sosial menjelang Moto3 Brasil 2026. Dalam bahasa Portugis, julukan tersebut memiliki makna “si kecil”.
Sebutan itu menggambarkan sosok Veda yang masih muda, tetapi memiliki kelincahan dan keberanian saat bersaing di lintasan. Sementara itu, julukan The Young Lion atau Singa Muda menggambarkan karakter balapnya yang agresif dan penuh percaya diri. Veda dikenal berani mengambil peluang serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi persaingan ketat.
Perjalanan Karier Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama lahir pada 23 November 2008 di Gunungkidul, Yogyakarta. Ia mulai mengenal dunia balap sejak usia dini dan terus mengembangkan kemampuannya melalui berbagai kejuaraan.
Bakatnya semakin berkembang setelah mengikuti kompetisi nasional dan internasional. Namanya mulai mendapat perhatian melalui ajang Asia Talent Cup dan Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Perjalanan tersebut membuka jalan bagi Veda untuk bergabung dengan Honda Team Asia dan menjalani debut di kelas Moto3 pada musim 2026.
Meski masih berusia muda, Veda mampu menunjukkan daya saing di kejuaraan dunia. Ia tidak hanya berusaha mengimbangi para pebalap senior, tetapi juga mulai mencatatkan prestasi penting.
Podium di Brasil dan pole position di Australia menjadi bukti perkembangan kariernya. Kini, Veda Ega Pratama menjadi salah satu talenta muda yang membawa harapan Indonesia di pentas balap motor dunia. Perjalanannya masih panjang, tetapi sederet pencapaian pada musim 2026 telah membuka lembaran baru bagi olahraga otomotif Tanah Air.(ogit)


Leave a Reply