Iran dan 11 Negara Kecam Serangan terhadap Fasilitas Nuklir

New York, MBCIndonesia – Iran bersama 11 negara lainnya mengecam segala bentuk serangan dan ancaman terhadap fasilitas nuklir yang berada di bawah perlindungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Mengutip berita media ‘en.irna.ir’ Minggu (25/10). Kecaman tersebut tertuang dalam pernyataan bersama pada Sidang ke-81 Komite Pertama Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat.

Sebanyak 12 negara yang mendukung pernyataan itu terdiri atas Iran, Rusia, China, Belarus, Burkina Faso, Kuba, Eritrea, Nikaragua, Niger, Pakistan, Tajikistan, dan Zimbabwe.

Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak yang tidak dapat di cabut untuk mengembangkan serta memanfaatkan energi nuklir bagi kepentingan damai tanpa diskriminasi.

Serangan terhadap Fasilitas Nuklir Dinilai Langgar Hukum Internasional

Iran dan 11 negara pendukung menilai serangan maupun ancaman terhadap fasilitas nuklir. Hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip Piagam PBB, hukum internasional, serta Statuta IAEA.

Mereka juga merujuk pada sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB dan IAEA yang berkaitan dengan keselamatan serta keamanan nuklir.

Menurut mereka, serangan terhadap fasilitas nuklir dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk membahayakan keselamatan masyarakat dan mengancam stabilitas keamanan internasional.

Selain itu, tindakan tersebut berpotensi merusak kredibilitas sistem pengawasan IAEA serta melemahkan arsitektur global pencegahan penyebaran senjata nuklir atau nonproliferasi.

Ke-12 negara tersebut menegaskan bahwa fasilitas nuklir tidak boleh menjadi sasaran serangan maupun ancaman militer.

Mereka juga memperingatkan bahwa sikap diam komunitas internasional terhadap serangan semacam itu dapat merusak norma-norma internasional.

Bahkan, pembiaran tersebut berisiko membuat serangan terhadap fasilitas nuklir dianggap sebagai tindakan yang biasa dalam konflik antarnegara.

Ajak Seluruh Anggota PBB Bersatu

Melalui pernyataan bersama itu, Iran dan 11 negara lainnya mengajak seluruh anggota PBB untuk menyampaikan penolakan secara tegas terhadap setiap serangan maupun ancaman terhadap fasilitas nuklir.

Mereka juga mendorong seluruh negara memperkuat keselamatan dan keamanan nuklir. Serta menjaga hak setiap negara dalam memanfaatkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya sikap bersama masyarakat internasional untuk melindungi fasilitas nuklir, menjaga kredibilitas IAEA, serta mempertahankan sistem nonproliferasi global.(Wal Ksp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.