Ciamis, MBCIndonesia – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi marah setelah warga tiba-tiba mengarahkan kendaraannya ke jalan rusak saat melintas di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Rabu (14/10/2026).
Gubernur yang akrab disapa KDM itu mengaku kecewa dengan cara warga menyampaikan protes. Menurutnya, warga cukup menyampaikan kondisi jalan rusak tanpa harus mengubah rute perjalanannya.
Saat kejadian, Dedi mengaku hendak menghadiri sebuah acara dan hanya memiliki waktu sekitar satu jam untuk beristirahat di dalam mobil sebelum kembali menemui masyarakat.
“Saya mengerti warga, tapi warga pun harus mengerti saya. Saya juga manusia,” kata Dedi. Di lansir Grid.ID dari Tribunnewsbogor.com.
Ia menegaskan tidak pernah mengabaikan keluhan masyarakat. Dedi justru meminta warga menyampaikan persoalan secara baik-baik agar pemerintah dapat menindaklanjutinya.
“Saya cukup diberitahu bahwa jalan ke sini jelek. Saya juga sudah mengerti,” ujarnya.
Dedi juga mengingatkan warga agar tidak menyampaikan aspirasi dengan cara menekan atau memaksakan kehendak. Ia mengaku terkadang mengambil keputusan untuk membantu masyarakat tanpa harus menunggu permintaan.
KDM Singgung Pemimpin yang Tidak Peduli
Dalam kesempatan tersebut, Dedi turut mengingatkan masyarakat bahwa masa jabatannya sebagai gubernur memiliki batas waktu.
Ia meminta warga tidak menganggap semua pemimpin akan selalu turun langsung ke lapangan dan merespons keluhan masyarakat.
“Nanti ibu suatu saat bakal dapat pemimpin yang cuek. Saya juga ada berakhirnya jadi gubernur,” ucapnya.
Dedi juga menyinggung kemungkinan masyarakat menghadapi pemimpin yang tidak mau turun ke lapangan serta kurang merespons persoalan warga.
Anggaran Jalan Ciamis Bertambah Rp117 Miliar
Selain menyoroti cara warga menyampaikan protes, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan persoalan anggaran pembangunan jalan di Kabupaten Ciamis.
Ia menilai alokasi anggaran pembangunan jalan dalam APBD murni 2026 masih relatif kecil. Dari total APBD sekitar Rp2,3 triliun, Pemkab Ciamis hanya mengalokasikan sekitar Rp50 miliar untuk pembangunan jalan.
Dedi mengatakan telah meminta pemerintah kabupaten menambah anggaran tersebut melalui perubahan APBD 2026.
Setelah melalui pembahasan, Pemkab Ciamis akhirnya menyanggupi tambahan anggaran sebesar Rp66 miliar.
Dengan demikian, total anggaran pembangunan jalan di Kabupaten Ciamis mencapai sekitar Rp117 miliar.
“Total anggaran jalannya kurang lebih Rp117 miliar. Ini sudah lebih baik dibanding anggaran murni,” kata Dedi, dikutip Kompas.com, Jumat (16/10/2026).
Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan tambahan anggaran tersebut untuk memperbaiki infrastruktur jalan serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.(ogit)


Leave a Reply