MBCIndonesia.com, Jakarta – Aktor sekaligus presenter kenamaan, Ferry Maryadi, memberikan pandangan mendalam mengenai esensi pengasuhan anak di tengah gempuran modernisasi dan teknologi.
Melalui tayangan InsertLive Trans TV baru-baru ini. Ia menekankan bahwa kepintaran akademik seorang anak menjadi tidak berarti apabila tidak diimbangi dengan etika dan sopan santun. Begitupun dengan nilai moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Nilai Tradisional di Era Digital
Ferry Maryadi menyatakan kekhawatirannya terhadap pergeseran budaya yang kerap mengabaikan tata krama demi pencapaian kognitif semata. Di era digital saat ini, perkembangan zaman memang menuntut fleksibilitas dalam pola asuh.
Kendati demikian. Ia meyakini bahwa prinsip dasar menghormati orang lain merupakan fondasi harga mati yang tidak boleh tergerus oleh tren modernisasi. “Anak boleh pintar dan cerdas di sekolah. Tetapi kalau tidak punya adab, nilainya nol bagi saya,” ujar Ferry Maryadi secara lugas saat menyampaikan opininya.
Fondasi Moral yang Tak Tergantikan
Pernyataan tegas tersebut merefleksikan keresahan sosial mengenai krisis karakter yang sering melanda generasi muda saat ini. Menurutnya, kesuksesan sejati seorang anak tidak hanya tecermin dari deretan nilai akademis di rapor, melainkan dari bagaimana mereka menempatkan diri dan menghargai lingkungan sosialnya.
Pola asuh boleh saja beradaptasi dengan kemajuan teknologi, tetapi esensi pembentukan akhlak mulia harus tetap menjadi prioritas utama para orang tua.(Wal Ksp)


Leave a Reply