Bencana besar melanda perlintasan Gyirong setelah material longsor memicu banjir bandang menyusuri Sungai Bhote Koshi.
Indonesia, mbcindonesia.com, Kilas Pusat – Sebuah tragedi kemanusiaan yang luar biasa melanda wilayah perbatasan antara Nepal dan Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok. Bencana tanah longsor dahsyat bercampur lumpur, air, dan bebatuan menerjang perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) pada Rabu pagi. Hingga saat ini, laporan resmi mencatat sedikitnya puluhan orang tewas dan hampir ratusan orang lainnya hilang akibat terjangan material masif tersebut.
Detik-Detik Gelombang Lumpur Mengubur Pemukiman
Bencana bermula sekitar pukul 09.15 waktu setempat dari sisi Tibet. Material longsor yang sangat besar meluncur deras menyusuri Sungai Bhote Koshi menuju wilayah Nepal, lalu menghancurkan segala infrastruktur yang dilaluinya. Rekaman kamera keamanan di lokasi memperlihatkan momen mencekam saat puluhan orang berlari menyelamatkan diri beberapa detik sebelum gelombang lumpur setinggi bangunan mengubur truk, bus, dan rumah warga sekitar.
Seorang penyintas asal Nuwakot menyaksikan langsung kejamnya terjangan alam tersebut dari jarak dekat.
“Saya melihat air menyapu delapan atau sembilan truk, serta rumah-rumah dan orang-orang. Sungguh sangat memilukan,” tutur Suman Chalise (34) dengan nada bergetar.
Ribuan Petugas Berpacu dengan Waktu
Selanjutnya, otoritas dari kedua negara langsung berpacu dengan waktu dalam operasi penyelamatan yang masif. Dewan Pariwisata Nepal melaporkan bahwa angka korban hilang mencakup rarusan wisatawan (warga asing dan warga lokal), hampir ratusan petugas polisi, serta puluhan pekerja pembangkit listrik tenaga air. Sementara itu di sisi Tiongkok, stasiun televisi CCTV melaporkan tim penyelamat masih mencari ratusan orang yang hilang. Dari total korban jiwa yang ditemukan, tim medis mengonfirmasi puluhan kematian di Nepal dan di Tibet, Tiongkok.
Di samping itu, Pemerintah Nepal tengah menyelidiki penyebab pasti dari bencana berskala besar ini. Dugaan awal para ahli mengarah pada gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 yang memicu tanah longsor hingga sempat membendung sungai sebelum akhirnya jebol menjadi banjir bandang. Selain faktor gempa, pemerintah juga mempertimbangkan potensi surutnya air danau glasial secara tiba-tiba (GLOF) sebagai faktor pemicu utama.
Akses Lumpuh Total dan Status Darurat
Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan karena bencana tersebut memutus total akses transportasi dan komunikasi. Di wilayah Shigatse, Tiongkok, tim penyelamat yang mengerahkan 601 personel melaporkan bahwa lapisan lumpur yang sangat tebal telah menutup dan menghancurkan seluruh jalur menuju perbatasan.
Oleh karena itu, Pemerintah Nepal langsung menetapkan status zona bencana selama tiga bulan di Distrik Rasuwa. Wilayah ini menjadi area terdampak paling parah setelah longsor mengubur seluruh desa, menghancurkan 80 jembatan, dan melumpuhkan satu pembangkit listrik tenaga air.
Merespons tingkat kehancuran ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping segera menginstruksikan operasi penyelamatan skala besar. Beliau menegaskan agar jajarannya mengerahkan segala upaya demi mencari para korban yang masih hilang di area perbatasan.(ogit)


Leave a Reply