Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis di Nagekeo

Nagekeo – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi, Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Pertemuan strategis ini fokus membahas percepatan pemulihan dan rehabilitasi wilayah terdampak.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta jajaran Forkopimda NTT menghadiri rapat tersebut.

“Selain itu, jajaran pejabat seperti Menteri ESDM, Mensesneg, Mendagri, Pj Gubernur NTT, Kapolda, dan Bupati Nagekeo juga turut hadir memperkuat koordinasi,” ujarnya.

Dampak Gempa di Tujuh Kabupaten Flores

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memaparkan bahwa gempa ini berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores. Wilayah terdampak tersebut meliputi Manggarai Barat (Labuan Bajo), Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.

“Hingga saat ini, bencana alam tersebut menyebabkan 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, dan memicu 179.037 orang mengungsi. Selain menelan korban jiwa, guncangan gempa juga menghancurkan 81.436 Unit rumah warga,” terangnya.

Suharyanto menyebut kekhawatiran warga terhadap gempa susulan menjadi pemicu utamanya tingginya jumlah pengungsi. “Berdasarkan data terbaru BNPB, wilayah tersebut telah mengalami 143 kali gempa susulan sejak 15 Agustus hingga hari ini. Meskipun demikian, frekuensi gempa susulan kini terus menurun dan hanya terjadi satu kali dalam sehari terakhir,” tambahnya.

Oleh karena itu, pemerintah memastikan pasokan logistik, layanan kesehatan, energi, dan kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat berada dalam kondisi aman. “Berbagai bantuan saat ini terus mengalir dari kementerian, lembaga, TNI, Polri, pihak swasta, hingga pemerintah daerah lain,” tutupnya.

Jaminan Logistik dan Langkah Konstruksi Masa Depan

Pada akhir rapat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa jajarannya tidak hanya berfokus pada fase tanggap darurat saja. Saat ini, pemerintah mulai memetakan langkah taktis untuk mempercepat fase rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan.

“Pemerintah harus memastikan kehidupan masyarakat di tujuh kabupaten tersebut dapat segera kembali normal dan aman,” tegas Presiden Prabowo.(ogit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.