Teheran, MBCIndonesia.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak pernah memilih jalur konfrontasi militer. Namun, Teheran bakal menanggapi setiap bentuk agresi asing dengan kekuatan penuh. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam wawancara eksklusif bersama media televisi Fox News pada Senin waktu setempat.
Dikutip dari ‘en.irna.ir’ pada Sabtu (26/9/2026). Pezeshkian menjelaskan bahwa situasi konflik yang menjerat Iran saat ini merupakan bentuk pemaksaan dari luar. Ia menggarisbawahi bahwa kunci penyelesaian ketegangan regional kini sepenuhnya berada di tangan Washington.
Siap Patuhi Hukum Internasional dan NPT
Pezeshkian kembali menegaskan komitmen negaranya terhadap perdamaian global melalui kepatuhan pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Ia membantah keras tuduhan yang menyebut Iran tengah memproduksi senjata pemusnah massal.
“Kami sama sekali tidak mencari bom nuklir. Apa yang ingin kita lakukan sepenuhnya berada dalam kerangka kerja NPT. Seandainya kami ingin membuat bom, kami sudah melakukannya sekarang,” ujar Pezeshkian.
Selain itu, ia menyayangkan sikap sepihak Amerika Serikat yang melanggar kesepakatan nuklir masa lalu pada era Donald Trump. Sanksi ekonomi dan tekanan militer yang berjalan saat ini justru dinilai menyengsarakan warga sipil karena menghambat pasokan medis dasar.
Bantah Kendalikan Kelompok Perlawanan
Pezeshkian juga menepis tudingan barat mengenai intervensi Iran dalam mendanai kelompok bersenjata di Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok regional tersebut bergerak secara independen demi membela hak serta tanah air mereka sendiri dari agresi.
Di sisi lain, tekanan finansial dari AS telah memblokir akses pendapatan ekspor Iran, termasuk hasil perdagangan dengan China. Keterbatasan anggaran ini secara otomatis mematahkan klaim bahwa Teheran membiayai operasi militer luar negeri.
“AS telah memblokir semua uang Iran. Bahkan, mereka tidak mengizinkan kami mengakses pendapatan ekspor. Jadi, dengan kapasitas keuangan apa kita bisa mendukung kelompok regional?” tambahnya.
Tolak Intervensi Pemilu AS
Terkait dengan agenda politik di Washington, Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintahannya sama sekali tidak memedulikan hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Pintu dialog tetap terbuka lebar bagi siapa pun pemimpin yang terpilih, asalkan mereka menghormati hak hukum internasional Iran.
Pezeshkian mengakhiri wawancara dengan seruan kemানুsiaan. Ia mengajak semua pihak mengedepankan meja perundingan daripada menumpahkan darah.
“Kami tidak ingin bertarung, namun kami akan membela diri dengan penuh semangat. Ketika suatu masalah dapat selesai melalui dialog, kita tidak boleh menyelesaikannya dengan pertumpahan darah,” pungkasnya. Demikian laporan ‘en.irna.ir’ Redaksi, Mohammad Reza Mohammadi.(Wal Ksp)

Leave a Reply