Menhan: Prajurit YTP Jaya Perkasa Ahli Tempur dan Membangun

Sumedang, MBCIndonesia.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meminta prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 339/Jaya Perkasa fokus membantu kesejahteraan masyarakat. Menhan menegaskan hal tersebut saat mengunjungi markas kesatrian di Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat (25/9/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menhan Sjafrie menerima paparan satuan dari Danyonif TP 339/Jaya Perkasa mengenai kesiapan pangkalan serta operasional prajurit. Selanjutnya, Menhan bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meninjau langsung area pangkalan dan memberikan pengarahan kepada seluruh personel.

Kuasai Kemampuan Tempur dan Pembangunan

Menhan Sjafrie menekankan bahwa setiap prajurit Yonif TP wajib menguasai dua fungsi utama sekaligus. Sebagai satuan tempur, prajurit harus mahir menembak, menguasai bela diri, serta cakap melakukan patroli taktis.

Sisi lain, sebagai satuan teritorial pembangunan, prajurit mendapatkan bekal keterampilan konstruksi, kesehatan, hingga produksi pangan. Pemerintah merancang satuan ini untuk mendukung Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) di seluruh wilayah Indonesia.

“Kemampuan yang diperlukan untuk Batalyon Infanteri adalah menembak, bela diri, dan patroli. Ini harus dilatih agar mampu menjadi prajurit Batalyon Infanteri,” tegas Menhan Sjafrie di hadapan para prajurit.

Sjafrie menambahkan bahwa kompi-kompi pertanian, konstruksi, kesehatan, dan peternakan siap mengabdi langsung untuk menyukseskan pembangunan di tengah masyarakat.

Larangan Merazia Miras dan Fokus Siskamling

Terkait operasional di lapangan, Menhan Sjafrie secara tegas melarang prajurit TNI melakukan operasi penegakan hukum seperti penertiban minuman keras (miras). Menurutnya, penindakan hukum tersebut sepenuhnya merupakan wewenang Polri dan Satpol PP.

Sjafrie menginstruksikan prajurit untuk lebih aktif mendukung kegiatan pos keamanan lingkungan (Siskamling) bersama warga. Langkah ini bertujuan agar kehadiran TNI memberikan rasa aman tanpa melangkahi aturan hukum.

“Rakyat menginginkan kamu memberikan rasa aman dan memberikan rasa sejahtera kepada mereka. Kamu harus menyatu dengan rakyat, tetapi kamu tidak boleh melanggar peraturanmu sebagai prajurit TNI,” ujar Menhan.

Sejalan dengan arahan tersebut, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meminta unsur pimpinan batalyon mengoptimalkan kesiapan personel. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakasad, Sekjen Kemhan, Kabaloghan Kemhan, serta Kasdam III/Siliwangi.(ogit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.