Teheran, MBCIndonesia.com – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz maupun memulai negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) sampai Washington memenuhi tujuh syarat dari Teheran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan keputusan tersebut pada hari Rabu (23/9/2026).
Seiring meningkatnya ketegangan politik dan ekonomi di wilayah Timur Tengah. Iran mengambil langkah berani ini karena menganggap Amerika Serikat sebagai pihak yang tidak dapat mereka percayai lagi.
Saat ini, Teheran telah mengirimkan dokumen persyaratan tertulis tersebut kepada perwakilan Qatar, Pakistan, dan Irak untuk diteruskan langsung ke pihak Washington. Teheran menuntut AS melakukan tindakan nyata terlebih dahulu demi memulihkan kepercayaan rakyat Iran sebelum kedua negara duduk bersama di meja perundingan.
Posisi Tawar Baru Teheran
Menurut laporan MBCIndonesia.com yang di kutip dari irna.ir, Kamis (24/9/2026). Rezaei menyatakan bahwa kondisi negaranya saat ini sudah jauh berbeda dan jauh lebih kuat setelah melewati masa peperangan. Oleh karena itu, Iran menolak keras untuk kembali ke kesepakatan-kesepakatan masa lalu yang pernah mereka setujui bersama AS.
“Sampai syarat kami terpenuhi, Selat Hormuz tidak akan di buka dan kami tidak akan bernegosiasi,” ujar Rezaei dengan tegas saat menjelaskan posisi diplomasi terbaru negaranya.
Ancaman Balasan Sektor Penerbangan
Selain memblokade jalur laut utama dunia. Iran juga memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mendukung rencana AS yang ingin menjatuhkan sanksi maskapai penerbangan Iran. Rezaei meminta negara di kawasan Timur Tengah bergotong-royong demi mencegah konflik agar tidak semakin meluas.
Ia juga mengancam akan melakukan tindakan balasan yang setimpal jika ada negara yang membatasi ruang udara bagi negaranya. “Jika mereka mencegah pesawat Iran terbang, bandara mereka juga tidak akan mampu mengoperasikan penerbangan,” pungkas Rezaei menutup keterangannya. Demikian dilaporkan en.irna.ir.(Wal Ksp)

Leave a Reply