Jakarta, MBCIndonesia – Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi resmi menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda (IM), Aceh. Ia menggantikan Mayjen TNI Joko Hadi Susilo dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Aula A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Mahesa merupakan putra Aceh yang lahir di Kota Bakti pada 28 Oktober 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1995 dan memiliki pengalaman panjang dalam penugasan teritorial serta jabatan staf di lingkungan TNI AD.
Latar Belakang Pendidikan
Dalam perjalanan pendidikannya, Mahesa menempuh pendidikan sarjana Administrasi Publik pada 2004. Ia juga mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Tiongkok pada 2012. Serta Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2019.
Selain pendidikan militer, Mahesa menyelesaikan pendidikan magister Manajemen pada 2022. Bekal tersebut mendukung pengalamannya dalam bidang kepemimpinan, pengelolaan organisasi, serta pembinaan satuan.
Berpengalaman di Wilayah Aceh
Brigjen TNI Mahesa pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Kodam Iskandar Muda. Pengalamannya antara lain sebagai Komandan Detasemen Intelijen Kodam Iskandar Muda, Komandan Kodim 0104/Aceh Timur. Wakil Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda, Komandan Kodim 0101/Banda Aceh, serta Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda.
Sebelum menjabat Pangdam IM, ia bertugas sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda sejak Februari 2026.
Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai karakteristik wilayah Aceh, dinamika masyarakat, serta pentingnya koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Gantikan Mayjen TNI Joko Hadi Susilo
Dalam sertijab tersebut, Mahesa menggantikan Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Sahli Tingkat III Manajemen Bidang Sistem Pertahanan Negara (Sishanneg) Kasad.
Pergantian ini menjadi bagian dari penataan organisasi dan penyegaran kepemimpinan di tubuh TNI AD. Selain Pangdam Iskandar Muda, kegiatan tersebut juga mencakup pergantian Pangdam IV/Diponegoro, Pangdam XIII/Merdeka, Pangdam V/Brawijaya, dan Pangdam IX/Udayana.
Dalam amanatnya, Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan berkelanjutan antara TNI AD, pemerintah daerah, insan media, serta masyarakat.
Komunikasi tersebut berperan penting untuk memastikan program dan kebijakan TNI AD dapat di pahami masyarakat serta memberikan manfaat nyata.
Dengan pengalaman penugasan di Aceh dan berbagai jabatan strategis, Mahesa di harapkan mampu melanjutkan pembinaan wilayah serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Selain itu, kepemimpinannya juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan satuan, menjaga stabilitas keamanan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sebagai Pangdam Iskandar Muda yang baru, Brigjen TNI Mahesa mengemban tanggung jawab untuk menjaga pertahanan wilayah Aceh sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, dengan pengalaman panjang di wilayah tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.(ogit)

Leave a Reply