Gayo Lues, MBCIndonesia.com – Perjuangan prajurit TNI bersama masyarakat dalam membangun kembali infrastruktur pascabencana terlihat di Dusun Aih Nusu, Desa Putri Betung, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh Rabu (14/10/2026).
Menghadapi berbagai keterbatasan dan medan yang menantang. Mereka harus memikul dan mengangkut material secara manual demi mempercepat pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih.
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan personel Babinsa Koramil 09/Putri Betung, prajurit BKO. Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 855/Raksaka Dharma serta masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan ini merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat. Khususnya Kodim 0113/Gayo Lues, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
Sebelumnya, luapan arus sungai merusak jembatan lama hingga memutus akses utama masyarakat. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, termasuk kegiatan pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber utama mata pencaharian mereka.
Hingga Rabu (14/10/2026), pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih telah mencapai 36 persen. Prajurit TNI bersama warga terus bekerja, terutama mengangkut material dari kawasan permukiman menuju lokasi pembangunan.
Mereka memanfaatkan pasir dan batu yang tersedia di sekitar lokasi untuk memenuhi kebutuhan material. Keterbatasan akses pengangkutan tidak menyurutkan semangat prajurit dan masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan harapan serta kehidupan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
“Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih ini bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun kembali harapan dan roda perekonomian warga Dusun Aih Nusu. Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat di sini sangat luar biasa,” ujar Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra.
Ia menegaskan, perjuangan prajurit bersama masyarakat tetap berlanjut meskipun mereka harus mengangkut material secara manual menuju lokasi pembangunan.
“Biarpun material harus dilangsir secara manual, tidak menyurutkan tekad kami untuk menyelesaikan jembatan ini secepatnya agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar,” tegasnya.
Pulihkan Akses dan Perekonomian Masyarakat
Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih nantinya diharapkan menjadi jalur transportasi utama yang aman dan dapat diandalkan masyarakat. Jembatan ini juga akan memangkas jarak serta waktu tempuh warga dari permukiman menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Selain itu, akses yang kembali terbuka akan memudahkan petani mengangkut hasil panen ke pasar dan pusat distribusi. Dengan demikian, kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan serta meningkatkan kesejahteraan warga.
TNI bersama pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan tersebut mampu menghubungkan kembali wilayah yang sempat terputus akibat bencana, memperlancar distribusi hasil bumi serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Semangat gotong royong prajurit TNI dan masyarakat di Dusun Aih Nusu menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama seluruh elemen. Melalui pembangunan ini, pemerintah juga menunjukkan komitmennya untuk terus memperhatikan kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok negeri.(ogit)

Leave a Reply