Veda Ega Jadi Pembalap Terbaik Honda Moto3 Indonesia 2026

Lombok, MBCIndonesia.com – Dua pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez dan Guido Pini, gagal meraih podium dalam balapan Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).

Padahal, Fernandez dan Pini mengawali balapan dengan posisi start cukup ideal. Fernandez menempati urutan keempat, sedangkan Pini memulai balapan dari posisi kelima.

Mengutip dari laman ‘bolasport.com’ Senin (12/10). Pada awal lomba, Fernandez bahkan sempat bersaing di posisi tiga besar bersama pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Namun, peluangnya untuk mempertahankan posisi depan terganggu setelah mengalami insiden kontak dengan pembalap Red Bull KTM, Alvaro Carpe.

Fernandez mengungkapkan, insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian belakang motornya. Kondisi itu membuatnya kesulitan mengendalikan motor, terutama saat menikung dan melakukan pengereman.

“Kami menjalani balapan yang bagus, dan saya cukup puas dengan performa motor,” kata Fernandez melalui laman resmi Leopard Racing.

Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya memiliki peluang untuk terus bersaing dengan rombongan terdepan hingga akhir balapan.

“Namun, seorang pembalap lain menabrak saya dari belakang, merusak bagian belakang motor saya, dan saya tidak bisa lagi mengendarai motor dengan nyaman,” ungkapnya.

Fernandez Kehilangan Peluang Podium

Fernandez mengaku merasakan getaran kuat pada bagian depan motor. Akibatnya, ia kesulitan mengendalikan arah motor dan melakukan pengereman secara maksimal.

Meski kecewa karena kehilangan peluang naik podium, Fernandez tetap berusaha menyelesaikan balapan hingga garis finis.

Sementara itu, Guido Pini juga menghadapi tantangan berat sepanjang 20 putaran. Pembalap asal Italia tersebut sempat bersaing dalam rombongan depan, tetapi kesulitan mempertahankan kecepatan ketika persaingan semakin ketat.

Cuaca panas di Mandalika turut menambah tantangan bagi para pembalap. Pini bahkan mengalami insiden pada putaran terakhir setelah kehilangan kendali roda depan di Tikungan 8 hingga keluar lintasan dan melewati area rumput.

“Itu balapan yang sangat panjang! Kita benar-benar bisa merasakan 20 putaran itu, terutama di cuaca yang panas,” ujar Pini.

Meski demikian, Pini tetap melihat sisi positif dari penampilannya di Indonesia. Ia menilai GP Indonesia menjadi salah satu akhir pekan terbaik bagi dirinya dan tim Leopard Racing sepanjang musim ini.

“Ini adalah salah satu akhir pekan terbaik kami sepanjang tahun ini. Kami terus tampil kompetitif sepanjang waktu, dan kini kami harus terus mempertahankan performa seperti ini,” katanya.

Setelah balapan di Mandalika, Pini berharap dapat mempertahankan performa positif pada tiga seri berikutnya, yakni Phillip Island, Malaysia, dan Qatar.

Veda Jadi Pembalap Honda Terbaik

Dalam hasil akhir Moto3 Indonesia 2026, Fernandez menempati posisi ketujuh, sedangkan Pini finis di urutan kedelapan. Keduanya berada di belakang Veda Ega Pratama yang berhasil finis keenam sekaligus menjadi pembalap Honda terbaik di Mandalika.

Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi Veda di hadapan pendukung tuan rumah. Sementara itu, Fernandez dan Pini harus kembali berjuang untuk mengejar hasil podium pada seri berikutnya.(ogit).

Leave a Reply

Your email address will not be published.