AHY Apresiasi Transformasi Transmigrasi, 13 Ribu Warga Raih SHM

Jakarta, MBCIndonesia.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengapresiasi capaian Kementerian Transmigrasi dalam mempercepat revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi.

AHY menilai program transmigrasi berperan penting dalam pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar program tersebut memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Tidak ada alasan lain untuk tidak memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Transmigrasi dan semua pihak yang juga telah menjadi bagian besar dari program-program tadi,” kata AHY dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Transformasi Transmigrasi, Kamis (5/2/2026).

AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan potensi daerah, serta kerja sama berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan transformasi transmigrasi.

“Pemerintah berharap program tersebut mampu memperkuat ekonomi lokal dan mewujudkan pemerataan kesejahteraan secara berkelanjutan,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan transformasi melalui lima program, yakni Transmigrasi Tuntas, Patriot, Lokal, Gotong Royong, dan Karya Nusa.

“Program tersebut menyasar 154 kawasan transmigrasi untuk mengembangkan potensi ekonomi serta membuka peluang kerja,” sebutnya.

Menurutnya, salah satu capaian penting datang dari program Transmigrasi Tuntas. Kementerian Transmigrasi mencatat lebih dari 13.000 transmigran memperoleh Sertifikat Hak Milik (SHM) pada 2025 melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN dan pihak terkait.

“Sertifikat tanah bukan sekadar dokumen, tapi kepastian hukum,” ujar Iftitah.

Selain itu, program Transmigrasi Patriot melibatkan 2.000 peneliti dari 24 perguruan tinggi untuk memetakan potensi ekonomi kawasan transmigrasi. Program Transmigrasi Lokal juga memberi kesempatan kepada masyarakat setempat memperoleh hak sebagai transmigran tanpa harus berpindah tempat.

Adapun Transmigrasi Gotong Royong mendorong pembangunan infrastruktur melalui kolaborasi lintas instansi, sedangkan Transmigrasi Karya Nusa berupaya membuka lapangan kerja, termasuk melalui pengembangan industri gula di Melolo, Nusa Tenggara Timur. Demikian tayangan ‘transmigrasi’.(ogit).

Leave a Reply

Your email address will not be published.