Inflasi Terkendali, Ekspor dan Manufaktur Indonesia Menguat

Jakarta, MBCIndonesia.com – Perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif pada awal Triwulan IV-2026. Kondisi tersebut terlihat dari inflasi yang terkendali, neraca perdagangan yang tetap surplus, serta aktivitas manufaktur yang kembali masuk zona ekspansi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan inflasi September 2026 mencapai 3,28 persen secara tahunan (yoy) dan masih berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen. Sementara itu, inflasi inti berada di level 2,84 persen dan inflasi administered prices mencapai 3,25 persen.

“Komponen Volatile Food masih menjadi perhatian dengan inflasi 5,03 persen (yoy), di pengaruhi di namika permintaan serta penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem, El Nino, dan bencana alam,” ujar Haryo.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memperkuat penyaluran PKH Tahap III, bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan pada Oktober-Desember 2026, serta percepatan program SPHP beras medium melalui Perum Bulog. Selain itu, pemerintah menjalankan Gerakan Pangan Murah dan mengoptimalkan cadangan beras pemerintah.

Neraca Perdagangan Tetap Surplus

Dari sektor perdagangan, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 7,25 miliar dolar AS sepanjang Januari-Agustus 2026. Kinerja ekspor antara lain di topang besi dan baja, CPO beserta turunannya, serta batu bara.

Ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen, yang menunjukkan kontribusi hilirisasi terhadap kinerja ekspor nasional. Di sisi lain, impor bahan baku dan barang modal mencapai 91,3 persen dari total impor, sejalan dengan kebutuhan produksi dan investasi dalam negeri.

Manufaktur Kembali Ekspansi

Sementara itu, PMI Manufaktur September 2026 naik menjadi 52,4, dari 49,8 pada Agustus. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi.

Peningkatan tersebut terjadi seiring naiknya pesanan baru, produksi, pesanan ekspor, serta masuknya sejumlah proyek baru. Penyerapan tenaga kerja, pembelian, dan persediaan input juga kembali meningkat.

“Ke depan, kebijakan Pemerintah akan tetap diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong investasi dan produksi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” kata Haryo.

Dengan demikian, pemerintah optimistis momentum pemulihan ekonomi terus berlanjut sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Demikian laporan ‘kemenkeu.go.id’ dikutip Kamis (8/10).(ogit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.