Saint Petersburg, MBCIndonesia.com – Kebakaran melanda Miller Mansion, bangunan bersejarah di pusat Kota Saint (St). Petersburg, Rusia, pada Kamis (1/10/2026) malam. Bangunan tersebut berdiri di Lapangan St. Isaac, tepat di seberang Katedral St. Isaac.
Mengutip laporan dari ‘spb.vedomosti.ru’ Jumat (2/10). Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.11 waktu setempat. Kobaran api kemudian menyebar ke seluruh lantai bangunan empat tingkat dan mencapai area sekitar 2.000 meter persegi.
Petugas pemadam kebakaran meningkatkan status kebakaran ke tingkat tiga karena api berpotensi mengancam bangunan di sekitarnya. Lebih dari 100 personel dan puluhan kendaraan pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Petugas berhasil mengendalikan kobaran api pada Jumat (2/10) dini hari. Mereka kemudian terus menyiram bagian bangunan untuk mendinginkan struktur yang terbakar.
Laporan Fontanka dan Vedomosti menyebut api sempat merusak bagian atap serta struktur internal bangunan. Kondisi bagian dalam mansion mengalami kerusakan berat akibat kebakaran.
Hingga laporan terbaru, tidak ada informasi mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Bangunan juga tidak sedang di gunakan ketika kebakaran terjadi.
Dugaan Awal Berkaitan dengan Pekerjaan Pengelasan
Pihak berwenang kini menyelidiki penyebab kebakaran. Komite Investigasi Rusia telah membuka perkara terkait dugaan pelanggaran aturan keselamatan dalam pekerjaan konstruksi atau renovasi.
Penyidik menduga pekerjaan pengelasan saat proses restorasi menjadi sumber awal kebakaran. Namun, penyebab dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam penyelidikan.
Penyidik menyatakan, “Saat pekerjaan pengelasan dalam rekonstruksi objek cagar budaya melakukan dengan melanggar persyaratan keselamatan, terjadi kebakaran pada malam 1 Oktober 2026.” Pernyataan tersebut dikutip media Rusia dari Komite Investigasi.
Bangunan Cagar Budaya
Miller Mansion merupakan bagian dari kompleks Mansion dan Rumah Penghasilan K. L. Miller, yang memiliki status sebagai objek warisan budaya regional. Bagian awal bangunan berdiri sejak paruh kedua abad ke-18 dan kemudian mengalami pembangunan kembali pada akhir abad ke-19 dengan gaya eklektik yang memiliki unsur Renaisans Italia.
Pemerintah kota sebelumnya memberikan izin untuk melakukan restorasi dan menyesuaikan bangunan tersebut dengan penggunaan modern. Pemilik bangunan juga menyatakan akan tetap menjalankan rencana pemulihan setelah kebakaran. Dari penelusuran laporan media ‘spb.vedomosti.ru’.(Wal Ksp).

Leave a Reply