Teheran, MBCIndonesia.com – Pemerintah Iran mendesak Irak mengambil keputusan yang tepat untuk menghapus pembatasan penerbangan antara kedua negara. Desakan itu muncul setelah pembatasan layanan penerbangan Iran-Irak berkaitan dengan penerapan sanksi Amerika Serikat terhadap maskapai Iran.
Mengutip laporan dari ‘irna.ir’ Jumat (2/10). Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan desakan tersebut dalam pernyataan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Iran menilai pembatasan penerbangan mengganggu hubungan perdagangan, transportasi udara, serta aktivitas warga kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut kebijakan AS telah memengaruhi konektivitas udara Iran dengan sejumlah negara. Tehran juga menilai pembatasan penerbangan Iran-Irak tidak sejalan dengan hubungan bilateral kedua negara.
“Kementerian menyerukan keputusan yang tepat untuk menghapus pembatasan dan memulihkan kondisi normal penerbangan yang dioperasikan maskapai kedua negara.”
Iran juga menekankan hubungan Iran dan Irak tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarnegara. Kedua negara memiliki hubungan sejarah, agama, budaya, serta hubungan langsung antarmasyarakat yang kuat.
Selain itu, jutaan warga Iran dan Irak melakukan perjalanan untuk berbagai keperluan. Di antaranya kegiatan ekonomi, perdagangan, ziarah, pariwisata, pendidikan, hingga pengobatan.
Ratusan Ribu Penumpang Terdampak
Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, pembatasan penerbangan menimbulkan persoalan bagi penumpang, peziarah, pasien, mahasiswa, dan pelaku ekonomi dari kedua negara.
Karena itu, Iran meminta pengelolaan transportasi dan komunikasi antara Teheran dan Baghdad menggunakan pendekatan yang independen, bertanggung jawab, serta mempertimbangkan kepentingan bersama.
Sementara itu, situasi penerbangan antara kedua negara memang mengalami perubahan sejak Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap sektor penerbangan Iran. Sejumlah bandara di Irak sempat menghentikan penerbangan dari dan menuju Iran.
Di sisi lain, Irak sebelumnya telah berupaya mendapatkan pengecualian dari sanksi AS. Iraqi Airways kemudian memperoleh pengecualian khusus untuk kembali melayani penerbangan ke Iran pada Oktober, terutama melalui Najaf.
Pengecualian tersebut membuka peluang pemulihan sebagian penerbangan Iran-Irak. Namun, sejumlah rute lainnya masih menghadapi pembatasan.
Al Jazeera melaporkan penerbangan di Najaf mulai kembali berjalan pada akhir September. Sementara itu, layanan di Baghdad, Erbil, dan Sulaymaniyah masih mengalami penghentian atau pembatasan.
Iran Hormati Kedaulatan Irak
Dalam pernyataannya, Iran tetap menyatakan menghormati kedaulatan Irak. Namun, Tehran meminta Baghdad mengambil langkah untuk menghapus pembatasan dan mengembalikan penerbangan kedua negara ke kondisi normal.
Iran menyebut pemulihan penerbangan penting untuk menjaga kepentingan dan kesejahteraan masyarakat kedua negara. Demikian dilaporkan ‘irna.ir’.(Wal Ksp)

Leave a Reply