MBCIndonesia.com – Final Campeonato Mineiro 2026 antara Cruzeiro dan Atlético Mineiro di Stadion Mineirão, Brasil, berakhir dramatis. Keributan besar terjadi pada menit-menit akhir hingga wasit Matheus Candançan menghentikan pertandingan sebelum laga benar-benar selesai.
Cruzeiro sebelumnya unggul melalui mantan striker Juventus, Kaio Jorge, pada pertengahan babak kedua. Atlético Mineiro kemudian berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, pertandingan berubah kacau ketika memasuki menit keenam waktu tambahan.
Benturan Everson dan Christian Picu Keributan
Keributan bermula sekitar 30 detik sebelum waktu normal berakhir. Winger Cruzeiro, Christian, melakukan tekel terlambat terhadap kiper Atlético Mineiro, Everson.
Everson kemudian bereaksi keras. Kiper tersebut menjatuhkan Christian ke lapangan dan menekan tubuh winger Cruzeiro itu dengan kedua lututnya. Everson juga sempat mengenai wajah Christian sebelum berdiri dan menghadapi sang pemain secara agresif.
Situasi itu langsung memancing reaksi pemain Cruzeiro. Sejumlah pemain datang untuk membela Christian. Pemain Atlético Mineiro kemudian ikut merespons sehingga keributan meluas.
Bangku Cadangan Ikut Terlibat
Keributan tidak hanya melibatkan pemain yang berada di lapangan. Kedua bangku cadangan juga ikut turun sehingga situasi semakin sulit dikendalikan.
Selama sekitar sepuluh menit, para pemain dari kedua tim terlibat aksi saling dorong, pukulan, dan tendangan. Polisi militer Brasil kemudian masuk ke lapangan untuk memisahkan para pemain dan mengendalikan situasi.
Setelah keributan berlangsung cukup lama, wasit Matheus Candançan memutuskan menghentikan pertandingan. Petugas kemudian mengawal para pemain meninggalkan lapangan.
Laporan Wasit Cantumkan 23 Kartu Merah
Menariknya, wasit tidak langsung mengeluarkan kartu merah di tengah keributan. Namun, laporan resmi pertandingan kemudian mencantumkan 23 pemain yang mendapat kartu merah akibat insiden tersebut.
Salah satu nama yang masuk dalam daftar itu ialah Hulk, kapten sekaligus salah satu legenda Atlético Mineiro. Penyerang berusia 39 tahun tersebut ikut terlibat dalam keributan ketika para pemain kedua tim saling berhadapan.
Hulk Soroti Sikap Wasit
Setelah pertandingan, Hulk menilai wasit seharusnya mengambil tindakan lebih tegas sejak awal. Menurutnya, keputusan yang lebih cepat dapat mencegah keributan berkembang menjadi bentrokan massal.
“Saya sudah memberi tahu wasit sejak awal pertandingan bahwa keadaan akan menjadi kacau. Dia kurang karakter,” kata Hulk.
Hulk juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak segera memberikan hukuman kepada pemain yang terlibat.
“Kalau memang harus mengeluarkan satu, dua, atau tiga pemain, keluarkan saja! Dia takut memimpin final ini. Tapi dia tidak punya kepribadian,” ujarnya.
Hulk kemudian meminta maaf atas keterlibatannya dalam keributan tersebut. Ia menjelaskan bahwa situasi berkembang cepat ketika para pemain melihat rekan setimnya terlibat benturan.
“Saya tidak pernah terlibat kekerasan seperti ini sebelumnya dalam sepak bola. Saya akan terus meminta maaf. Kami mencoba menenangkan situasi, tetapi ketika darah panas, melihat rekan diserang, otomatis bereaksi. Padahal semua itu bisa dihindari.”
Dengan demikian, final Campeonato Mineiro 2026 tidak hanya menyisakan hasil pertandingan, tetapi juga kontroversi besar akibat keributan yang melibatkan pemain dari kedua tim, termasuk kapten Atlético Mineiro, Hulk. Demikian dikutif tayangan ‘bola.com’ Kamis (1/10).(Wal Ksp).

Leave a Reply