Rupiah Hari ini Diproyeksi Kisaran Rp17.981 per Dolar AS

Jakarta, MBCIndonesia.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan Rabu (30/9/2026).

Proyeksi tersebut mengacu pada analisis Doo Financial Futures. Sebelumnya, rupiah menutup perdagangan Selasa (29/9/2026) di level Rp17.981 per dolar AS.

Rupiah melemah tipis 0,02 persen atau tiga poin dari posisi perdagangan sebelumnya. Pada pembukaan perdagangan, rupiah bahkan sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Rupiah Mengikuti Pergerakan Mata Uang Asia

Pergerakan rupiah juga berlangsung di tengah kondisi mata uang kawasan Asia yang bergerak beragam terhadap dolar AS. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terbesar dengan penurunan 0,39 persen.

Selanjutnya, dolar Singapura melemah 0,13 persen, peso Filipina 0,06 persen, baht Thailand 0,04 persen, rupee India 0,04 persen, dan yen Jepang 0,01 persen.

Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia mencatat penguatan. Yuan China menguat 0,11 persen, diikuti won Korea Selatan sebesar 0,08 persen dan ringgit Malaysia sebesar 0,07 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.

Prospek Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan prospek kenaikan suku bunga The Fed dan tingginya harga minyak dunia menekan rupiah.

“Kendati demikian, pelemahan rupiah berhasil terbatasi oleh langkah intervensi BI di pasar spot lewat NDF (Non Deliverable Forward), maupun DNDF (Domestic Non Deliverable Forward),” ujar Lukman, Selasa (29/9/2026).

Menurut Lukman, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Salah satunya, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang dijadwalkan rilis pada Rabu malam. Selain data AS, pasar juga mencermati perkembangan inflasi Indonesia pada September 2026.

Inflasi Indonesia Jadi Perhatian Investor

Lukman memperkirakan inflasi Indonesia pada September akan meningkat. Kondisi tersebut dapat menambah tekanan terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI). Karena itu, investor akan mencermati data inflasi untuk melihat arah kebijakan moneter BI selanjutnya.

Di sisi lain, perkembangan kebijakan The Fed dan harga minyak dunia tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan rupiah. Dengan kondisi tersebut, pasar akan mencermati pergerakan rupiah sepanjang perdagangan Rabu (30/9/2026), terutama setelah mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya. Sumber: ‘Bisnis.com, Anitana Widya Puspa’.(ogit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.