Oceanside, MBCIndonesia.com – Para pekerja konstruksi di Oceanside, California, berhasil menemukan fosil tulang mamalia berkuku besar. Di perkirakan hidup 45 juta tahun lalu pada Zaman Eosen. Tim pekerja menemukan sisa-sisa kerangka purba ini saat melakukan penggalian rutin sedalam 12 kaki (sekitar 3,6 meter) di bawah permukaan tanah untuk proyek infrastruktur kota, sekitar 40 mil utara San Diego.
Menurut laporan di kutip dari THE TIMES OF INDIA, Jumat (25/9/2026). Pemerintah Kota Oceanside mengumumkan bahwa penemuan berharga ini mencakup beberapa tulang anggota tubuh, tulang rusuk, serta fragmen lainnya yang tertanam kuat di dalam batuan sedimen yang mengeras. Batuan tersebut merupakan bagian dari “Anggota C dari Formasi Santiago”. Sebuah lapisan geologi yang terkenal menyimpan sejarah kuno wilayah San Diego County.
Ahli paleontologi yang memantau lokasi, Joseph El Adli, segera mengamankan area tersebut dan memimpin proses penyelamatan fosil. Tim El Adli menghabiskan waktu selama tujuh hari penuh untuk mengeluarkan fosil dari himpitan berton-ton batu lumpur dan batu pasir yang mengeras.
Menguak Identitas ‘Binatang Guntur’ atau ‘Badak Rawa’
Saat ini, para peneliti belum bisa memastikan identitas persis dari makhluk purba tersebut karena sebagian besar spesimen masih terbungkus batu. Kendati demikian, berdasarkan ukuran dan bentuk kerangka. El Adli menduga kuat bahwa fosil ini mengarah pada salah satu dari dua kelompok mamalia besar yang telah punah.
Kemungkinan pertama adalah Titanothere, kelompok mamalia berkuku sangat besar yang populer dengan sebutan “binatang guntur”. Kemungkinan kedua adalah Amynodon, makhluk bertubuh besar yang kerap di juluki “badak rawa” karena hidup di sekitar lahan basah. Meskipun mereka bukan kerabat langsung dari badak modern.
“Kami memerlukan persiapan dan pemeriksaan tulang lebih lanjut untuk membantu mempersempit identitas asli mereka,” ujar Joseph El Adli, memaparkan rencana riset timnya.
Jendela Masa Lalu Dataran California
Penemuan ini membuka mata dunia mengenai kondisi alam Oceanside puluhan juta tahun lampau. Ketika wilayah California Selatan masih berupa dataran banjir kuno. Selain itu, temuan ini memperkuat bukti geologis bahwa Formasi Santiago menyimpan kekayaan fosil yang melimpah, setelah sebelumnya para peneliti juga menemukan fosil karnivora bergigi sabre awal serta primata di lokasi yang sama.
Demi menjaga keamanan publik dan melindungi situs dari penjarahan, pemerintah kota sengaja merahasiakan lokasi persis penggalian tersebut.
Untuk langkah selanjutnya, tim ahli akan membawa fosil yang telah terlindungi jaket plester ini ke laboratorium luar situs. Di sana, mereka akan membersihkan sisa batuan guna memastikan apakah fragmen-fragmen tersebut berasal dari satu individu yang sama. Pemerintah Kota Oceanside memastikan bahwa spesimen berharga ini nantinya akan menempati ruang koleksi museum agar para ilmuwan dan masyarakat luas dapat memelajarinya di masa depan. demikian di laporkan THE TIMES OF INDIA, Foto: City of Oceanside.(Wal Ksp)

Leave a Reply