Jubir Kehakiman Iran: Ini Kejahatan Kemanusiaan

MINAB, MBCIndonesia.com – Juru bicara kehakiman Iran, Ali Kazemi, mengutuk keras aksi pemboman Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kazemi menegaskan bahwa serangan mematikan tersebut bukan sekadar kejahatan militer biasa, melainkan sebuah serangan langsung yang menargetkan fondasi moralitas dan kemanusiaan dalam komunitas internasional.

Menurut laporan mbcindonesia yang dikutip dari media en.irna.ir. Dalam konferensi pers di Minab pada Selasa (22/9/2026), Kazemi mengungkapkan keprihatinan mendalam atas pola kekerasan yang terus berulang ini.

Menurutnya, tindakan mengubah momen kegembiraan menjadi duka cita telah menjadi pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan dan sistematis. Ia juga menambahkan bahwa insiden serupa kerap menimpa anak-anak di negara-negara konflik seperti Afghanistan dan Irak.

Masa Depan Global yang Terkubur

Kazemi mengingatkan dunia bahwa anak-anak merupakan representasi dari masa depan umat manusia. Ketika sebuah serangan militer merenggut nyawa mereka, maka sebagian dari masa depan komunitas global ikut hancur.

“Anak-anak ini tidak memiliki hubungan khusus dengan perselisihan politik dan tidak sedang berperang dengan siapa pun,” ujar Kazemi saat menekankan pentingnya perhatian serius terhadap penderitaan fisik maupun psikologis para korban dan keluarga mereka.

Sesaat setelah serangan terjadi pada 28 Februari lalu, pihak Kehakiman Iran langsung bergerak cepat membuka kasus kematian dan luka-luka yang menimpa para siswa, orang tua, serta guru. Setelah menyelesaikan penyelidikan awal di Provinsi Hormuzgan, otoritas terkait kemudian memindahkan kasus ini ke Teheran. Kejaksaan telah mengeluarkan dakwaan resmi bulan lalu, dan kini Pengadilan Revolusi Islam di ibu kota tengah menyidangkan kasus tersebut.

Langkah Hukum di Jalur Internasional

Selain menuntut secara pidana, pihak korban dan keluarga juga mengajukan gugatan perdata di pengadilan Teheran untuk menuntut ganti rugi atas kerugian materiil serta moral. Seterusnya, institusi kehakiman bekerja sama dengan pemerintah dan Kementerian Luar Negeri untuk memperkuat posisi hukum mereka di tingkat global.

Kolaborasi tersebut berhasil menerbitkan dokumen resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait serangan di Minab. Dokumen penting ini secara tegas mengonfirmasi bahwa lokasi pemboman merupakan fasilitas pendidikan murni dan bukan situs militer. Serta, hasil investigasi memastikan bahwa serangan udara tersebut sama sekali bukan merupakan kecelakaan atau kesalahan teknis.(Wal Ksp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.