Teheran, MBCIndonesia – Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menegaskan negaranya akan tetap menutup Selat Hormuz sampai pihak lawan menghormati hak-hak rakyat Iran.
Hatami menyampaikan pernyataan tersebut dalam upacara di Universitas Perwira Imam Ali, Teheran, Kamis. Ia juga menyoroti kesalahan perhitungan pihak lawan yang memicu pecahnya konflik terbaru dengan Iran.
Menurut Hatami, pihak lawan menganggap Iran berada dalam posisi lemah sehingga meremehkan kemampuan militer negara tersebut. Namun, Angkatan Darat Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberikan respons militer sejak awal konflik.
Ia menyebut angkatan bersenjata Iran melancarkan ratusan serangan sebagai bentuk perlawanan terhadap serangan musuh.
Iran Tetap Menutup Selat Hormuz
Selain itu, Hatami menyoroti posisi strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Ia mengatakan Iran mengambil langkah penutupan selat tersebut sejak konflik dimulai.
“Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai hak-hak rakyat Iran dihormati,” tegas Hatami, seperti dikutip dari media ‘Irna.ir’ dan ‘IslamTimes’ Jumat (16/10).
Sementara itu, Hatami mengeklaim pihak lawan gagal mencapai tujuan militer maupun strategisnya. Ia juga membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat yang menyebut kemampuan militer Iran telah melemah.
Menurutnya, aktivitas peluncuran rudal dan drone serta operasi pertahanan udara menunjukkan bahwa angkatan bersenjata Iran masih memiliki kemampuan tempur.
Hatami juga menjelaskan pembagian pengawasan wilayah perairan Selat Hormuz. Angkatan Laut IRGC mengendalikan bagian barat selat, sedangkan Angkatan Laut reguler Iran mengawasi bagian timur hingga Laut Oman.
Lebih lanjut, ia menyebut Iran mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang melanggar aturan negaranya. Kondisi tersebut, menurut Hatami, membuat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sangat terbatas.
Di sisi lain, Hatami mengatakan angkatan bersenjata Iran memanfaatkan jeda permusuhan untuk memperbaiki kerusakan serta meningkatkan kesiapan militer, baik dari segi jumlah maupun kemampuan.
Ia juga memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap infrastruktur Iran akan memicu respons militer yang lebih besar terhadap infrastruktur dan kepentingan pihak lawan.
Dengan demikian, Hatami menegaskan seluruh unsur militer Iran, mulai dari pasukan darat, laut, pertahanan udara hingga unit rudal, tetap dalam kondisi siaga di sepanjang perbatasan negara.(Wal Ksp)

Leave a Reply