Shiraz, MBCIndonesia.com – Komandan pasukan Basij Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Kota Lamerd, Provinsi Fars. Kolonel Ali Gallehdarian, menyoroti besarnya dampak serangan Amerika Serikat terhadap masyarakat setempat. Ia menyebut berbagai peristiwa yang terjadi begitu luas sehingga media kesulitan menggambarkan seluruh dimensinya.
Melansir tayangan dari media ‘IRNA’ Selasa (13/10). Ali Gallehdarian menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Hossein Jaberi Ansari, Direktur Pelaksana Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), di Shiraz.
Menurut Ali, setiap kali pihaknya meninjau kembali dampak bencana di Lamerd, muncul fakta dan aspek baru yang menunjukkan besarnya penderitaan masyarakat. Karena itu, ia menilai media perlu menyampaikan peristiwa tersebut secara bertanggung jawab, akurat, dan berdasarkan bukti.
Ia juga mengungkapkan bahwa rudal yang di gunakan dalam serangan terhadap Lamerd mengandung pecahan peluru yang di rancang untuk menembus kendaraan lapis baja.
Menurutnya, penggunaan senjata tersebut terhadap warga sipil menimbulkan pertanyaan serius mengenai kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional.
Ali menegaskan bahwa peristiwa di Lamerd tidak hanya berkaitan dengan persoalan militer, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial dan kemanusiaan masyarakat.
Oleh karena itu, ia meminta media menyampaikan fakta secara cermat melalui dokumentasi yang jelas dan informasi yang dapat dipercaya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pemberitaan yang akurat dalam mengungkap dampak konflik terhadap warga sipil.(Wal Ksp)

Leave a Reply